Jumat, 25 April 2014

Kiat kiat menjadi NETWORK ENGINEER


Posting kali ini mimin mau kasih saran, kiat, teknik, dan semangat bagi para pembaca blog retroforce9 yang ingin mejadi seorang Network Engineer. Nah berikut kiat kiat nya...
Seorang Network Engineer mempunyai tugas utama untuk mengatur jaringan baik jaringan skala kecil hingga skala besar, yang nantinya akan digunakan untuk pertukaran data dan infrormasi komputer pada sebuah perusahaan, lembaga dan sebagainya. Kehadiran serta tanggung jawab teknisi jaringan atau Network Engineer menjadi sangat penting guna kelancaran usaha terlebih lagi bagi perusahaan besar. Adapun pekerjaan seorang Network Engineer biasanya adalah seputar network administrator, design jaringan, installasi dan maintenance.

Menjadi Seorang Network Engineer yang expert atau mahir Memang bukan perkara mudah, perlu kerja keras, do’a dan sabar untuk meraihnya. Lalu apa saja Kiat Sukses menjadi Seorang Network Engineer? Berikut ini tips yang bisa Anda praktekkan :
  1. Pola pikir positif membuat network engineer selalu barfikir transformatif, dinamis, pantang menyerah ketika menghadapi kegagalan dan selalu semangat dalam menjalani kehidupan karena dalam fikirannya telah tertanam positifisme, setiap hari adalah kebaikan
  2. Memiliki rasa ingin tau terhadap hal baru dalam hal ini terkait dengan dunia tekhnologi, bukan hanya seputar networking, karena seorang network engineer dituntut untuk memiliki pemahaman dan penguasaan mengenai tekhnologi secara global
  3. Kemampuan berfikir, mengamati dan menganalisa (troubleshooting) secara tepat dan akurat sangat penting untuk dimiliki seorang network engineer. Skill ini lebih diutamakan oleh perusahaan guna kelancaran kerja
  4. Dunia network engineer di era modern memang sangat dibutuhkan, tidak hanya di Negara lokal saja, melainkan juga internasional, oleh karena itu, perlu untuk membangun relasi dengan mitra (stake holders) yang sudah sukses. Tentu kita juga harus memahami bahasa Inggris guna kelancaran komunikasi
  5. Segala sesuatunya harus dimulai dari hati bukan karena ikut-ikutan teman atau orang yang sudah sukses, hal ini tidak dibenarkan dan jangan sampai terjadi, karena seorang network engineer itu butuh niat sungguh-sungguh
  6. Mencintai pekerjaan dengan apapun resikonya, karena untuk menjadi network engineer kelas expert merupakan modal utama bagi perkembangan karirnya nanti
  7. Berani mencoba (praktek) dan jangan takut gagal. Percuma jika hanya memahami teori tapi tak bisa menerapkannya, begitu juga sebaliknya. Seorang network engineer dituntut untuk mempunyai pengalaman global; bagaimana memanagemen network, maintenance, instalasi dan lain sebagainya
  8. Kemampuan bekerja sama dalam sebuah team adalah suatu keharusan. Apapun alasannya, tak mungkin kita menghandle project secara personal. Untuk itu perlu adanya pemahaman mengenai job description dan bagaimana cara berkoordinasi dengan team
  9. Belajar otodidak tidak ada jaminan akan berhasil. Teori atau konsep (materi) memang dapat dipelajari sendiri secara otodidak, namun ilmu tanpa praktek terasa sangat kurang, pengalaman yang hanya bisa didapat dari praktikum dapat menjadi hambatan bagi mereka yang belajar secara otodidak. Kemampuan untuk dapat mengkonfigurasi switch dan router Cisco tipe tertentu sampai pada tingkat tertentu merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki jika hendak menjadi seorang CCNA, sehingga praktik mengkonfigurasi perangkat tersebut sangat penting. Bagi mereka yang belajar mengkonfigurasi kedua perangkat tersebut secara otodidak, maka salah satu alternatif adalah membeli perangkat sendiri namun harganya sangat mahal
  10. Demi efektifitas, sangat disarankan untuk mengikuti training komputer, kursus komputer, atau lebih spesifik seperti mengikuti training CCNA (Cisco Certified Network Associate). Hal ini dirasa perlu dan penting guna keefektifan, namun bukan berarti belajar otodidak tidak cukup. Selain itu, sertifikat yang nantinya didapat dari kursus akan menjadi nilai plus ketika melamar kerja. Dalam menentukan tempat kursus, pilihlah training center yang memiliki tenaga pengajar yang berpengalaman, bukan hanya bersertifikasi CCNA serta memiliki perangkat penunjang yang lengkap dan dengan jumlah yang memadai. Hal ini penting karena instruktur yang berpengalaman biasanya dapat menjelaskan materi yang ada dengan lebih mengena tidak hanya teori ataupun textbook-based saja. Perangkat yang lengkap dengan jumlah memadai akan memperlancar dan mempermudah proses belajar secara praktik.

Umumnya, seseorang yang belajar networking pasti membidik sertifikat guna masa depan yang lebih baik, dimana sertifikat tersebut dapat digunakan untuk berkarir di perusahaan. Adapun sertifikasi dibagi menjadi beberapa peringkat, yaitu : lokal, nasional dan internasional. Dari segi biaya, sertifikasi internasional akan lebih mahal daripada lokal. Namun, selain lebih “bergengsi" sertifikasi ini lebih diakui kredibilitasnya oleh berbagai perusahaan terutama perusahaan asing sehingga kemampuan pemegang sertifikasi tersebut tak diragukan lagi. Salah satu contoh sertifikasi internasional pada bidang networking adalah CCNA (Cisco Certified Networking Associate ) yang merupakan satu dari sekian banyak sertifikasi networking yang ditawarkan oleh Cisco. 

tunggu minggu depan ya, mimin ada postingan seru nih.. pastinya seputar komputer dan jaringan hehe.. see you next week!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar